Latest News

Rabu, 26 Februari 2014

FRANKENPAO 4: "Frankenpao" Bakpao atau Monster

FRANKENPAO

Mungkin banyak yang bingung melihat 4 postingan terakhir yang semuanya berjudul 'Frankenpao' dan semuanyaa tentang bakpao.
Jadi 'Frankenpao' ini adalah suatu prodak Koloid yaitu Bakpao yang berasal dari kata
    Franken -> Frankenstein
    Pao -> Bakpao
Dan seperti yang kita tahu bahwa Frankenstein adalah...
Apa yang ada di pikiran kalian saat mendengar nama Frankenstein? kalau saya sih jujur sebuah bayangan monster dengan wajah buruk rupa dan masing-masing sisi kepala atau leher ada pakunya. 
 Tapi sebenarnya, apa sih yang si monster ciptaan Frankenstein itu lakukan sampai dia begitu ditakuti? sejujurnya yang dia lakukan adalah.......... tidak ada. Semua berawal dari percobaan dengan listrik dan petir. Hanya rupanya saja yang terlalu seram untuk ukuran standar manusia jadi siapapun yang melihat jadi takut. Dan itu semua salah si Victor Frankenstein, pencipta yang tidak bertanggung jawab dengan mahluk ciptaannya sendiri dan membiarkan si mahluk kabur, karena ternyata si dokter juga takut sama mahluk ciptaannya sendiri. 
Kira-kira begitulah gambaran sesosok Frankenstain (dikutip dari sebuah blog).
Lalu, apa hubungannya dengan 'FRANKENPAO'???

Menurut kami prinsipnya sama yaitu sebuah benda hasil percobaan dengan menggabungkan banyak material hingga terbentuk suatu ciptaan (disini listrik dan petir diganti dengan kompor dan alat untuk mengukus kue).
Lalu karena beberapa kesalahan kecil sehingga bentuknya menjadi tidak sempurna seperti bakpao pada umumnya :D.
Tapi kami tidak seperti Prof. Frankenstein yang meninggalkan monsternya begitu saja. Kami dengan bangga mempersembahkan mahakarya kami FRANKENPAO!!!!!



FRANKENPAO 3: LAPORAN KOLOID KIMIA "Pembuatan Bakpao Frankenpou"

VOILAA!!!!! Ini adalah laporan hasil praktikum Kelompok 2 Ujian Praktik Kimia XII IPA 1 SMAN 6 BANDUNG 2014
semoga bermanfaat!!
(jika gambar terpotong bisa menggunakan tombol geser untuk ke kiri dan kanan, atau tompol scroll down pada keyboard untuk atas dan bawah)
ATAU BISA LANGSUNG BUKA LINKNYA:
https://docs.google.com/file/d/0B6ElbcP0ufCzV3VmcmotR0pOUEU

FRANKENPAO 2: Bakpao itu Sehat (Komposisi Bakpao Lengkap)

Resep Bakpao Cokelat

Bahan resep bakpao cokelat:
  • 100 gram Tepung Terigu
  • 100 gram gula Pasir
  • 2 sendok teh Ragi
  • 150 cc Air
Bahan resep bakpao cokelat 2:
  • 250 gram Tepung Terigu
  • 200 gram susu Bubuk Vanila
  • 2 sendok makan Mentega
  • 2 sendok teh Baking Powder
Isi Bakpao:
  • 200 gram Dark Chocolate

Resep Bakpao? Itu sudah biasa, tapi!!! Jarang Sekali Orang yang Tahu Kandungannya.
Berikut ini akan dibahas kandungan yang terdapat dalam Bakpao secara ilmiah, karena kita juga harus tahu apa manfaat dari makanan yang kita makan bukan?

Bakpau adalah makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Bakpau mengandung energi sebesar 239 kilokalori, protein 12,2 gram, karbohidrat 41,6 gram, lemak 2,6 gram, kalsium 21 miligram, fosfor 65 miligram, dan zat besi 2,8 miligram.  Selain itu di dalam Bakpau juga terkandung vitamin A sebanyak 92 IU, vitamin B1 0,09 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Bakpau, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Bakpau :

Nama Bahan Makanan : Bakpau
Nama Lain / Alternatif : - 
Banyaknya Bakpau yang diteliti (Food Weight) = 100 gr 
Bagian Bakpau yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Bakpau = 239 kkal
Jumlah Kandungan Protein Bakpau = 12,2 gr
Jumlah Kandungan Lemak Bakpau = 2,6 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Bakpau = 41,6 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Bakpau = 21 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Bakpau = 65 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Bakpau = 2,8 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Bakpau = 92 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Bakpau = 0,09 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Bakpau = 0 mg
Khasiat / Manfaat Bakpau : - (Belum Tersedia) 
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : B 
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.

Keterangan :
Riset/penelitian pada Bakpau yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi.  Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan pada informasi daftar komposisi bahan makanan Bakpau ini.  Semoga informasi kandungan gizi/nutrisi Bakpau ini bisa bermanfaat untuk kita semua.  Terima Kasih.

sumber: http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-bakpau-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html

FRANKENPAO 1: Pengganti Kepala, Persembahan Kepada Roh Sungai! (Legenda Bakpao)

Kali ini ada cerita dari salah satu makanan bukan berasal dari Indonesia memang, namun cukup populer dan mudah ditemui dimana-mana. Tekstur nya yang lembut, padat. Dengan isian yang nikmat apalagi kalau disajikan hangat, sedikit banyaknya pasti membuat perut sedikit keroncongan. Apalagi kalau bukan BAKPAO!
Bakpao (Hanzi: 肉包, hanyu pinyin: roubao) merupakan makanan tradisional Tionghoa. Dikenal sebagai bakpao di Indonesia karena diserap dari bahasa Hokkian yang dituturkan mayoritas orang Tionghoa di Indonesia.
Bakpao sendiri berarti harfiah adalah baozi yang berisi daging. Baozi sendiri dapat diisi dengan bahan lainnya seperti daging ayam, sayur-sayuran, serikaya manis, selai kacang kedelai, kacang azuki, kacang hijau,dan sebagainya, sesuai selera. Bakpao yang berisi daging ayam dinamakan kehpao.
Kulit bakpao dibuat dari adonan tepung terigu yang setelah diberikan isian, lalu dikukus sampai mengembang dan matang. Pao itu berati “bungkusan”, Bakpao berarti “Bungkusan-bak” , bak itu artinya daging.
Untuk membedakan bakpao tanpa daging (vegetarian) dari bakpao berdaging biasanya di atas bakpao diberi titikan warna.

Sejarah/Legenda Bakpao

Sejarah Bakpao sendiri berasal dari salah satu bagian kecil dari roman terbaik sepanjang masa, Sānguó Yǎnyì. Zhuge Liang (181 – 234) adalah salah satu ahli strategis terbaik China, juga sebagai perdana menteri, insinyur, ilmuwan, dan penemu legendaris bakpao.
Cerita ini berawal pada zaman tiga negara (sam kok) ketika terjadi pemberontakan besar-besaran di daerah selatan Tiongkok, perdana menteri Tiongkok saat itu, Zhuge Liang meminta izin kepada kaisarnya, Liu Chan untuk menumpas pemberontakan di selatan itu, terkenal dengan sebutan ‘The Southern Campaign’ – Suku selatan itu disebut juga ‘Nanman’ atau ‘orang barbar dari selatan’. Raja di daerah selatan yang memberontak itu bernama Meng Huo.
Tak lama setelah Liang sampai di daerah selatan itu, Liang sudah mengalahkan Meng Huo 7 kali dan membebaskan 7 kali juga, dimana pada saat pembebasan ketujuhnya Meng Huo akhirnya menyerah dan berjanji tidak akan memberontak lagi kepada Shu Guo (saat itu belum ada sebutan Zhong Guo karena Tiongkok masih terpecah menjadi tiga negara: Shu, Wu, Wei).
Setiap kali membebaskan Meng Huo, Zhuge Liang selalu ditentang oleh jenderal-jenderalnya: “ Kenapa dia dibebaskan ? Bagaimana jika dia memberontak lagi? ”, Liang dengan tenang menjawab: “ Aku dengan mudah dapat menangkapnya kembali semudah mengeluarkan tanganku dari saku. Kini aku sedang mengalahkan hatinya ”
Zhuge Liang tahu jika Meng Huo ditangkap dan dibunuh, akan ada pengganti Meng Huo lainnya dan memberontak ke Shu, karena itu dia pikir lebih baik membuat pemimpin daerah selatan yang berpengaruh ini berpihak kepadanya dan Meng Huo bisa memimpin daerah selatan untuk setia kepada Shu.
Pada peperangan yang terakhir, yang ketujuh kalinya, Zhuge Liang membuat Meng Huo masuk ke lembah yang dikelilingi pegunungan. Dilembah itu Liang menaruh kereta pengangkut makanan. Ketika melihat kereta itu, Meng Huo langsung tertarik dan memimpin pasukannya masuk ke lembah itu.
Setelah pasukan Meng Huo mendekati kereta pengangkut makanan itu, ternyata kereta itu tidak berisi makanan melainkan bubuk mesiu! Langsung saja pasukan Shu yang sudah menunggu di kaki gunung memanah kereta-kereta yang penuh bubuk mesiu itu dengan panah api. Terjadi ledakan besar-besaran di lembah itu, dan dalam sekejap lembah itu menjadi lautan api yang menewaskan hampir semua pasukan Meng Huo.
Kemenangan ini tidak membuat Liang senang, ia hanya agak menyesali: “Jasaku sangat besar kepada negara, namun dosaku juga sangat besar kepada Langit(Tian/Tuhan); semoga Langit berkenan mengampuniku karena aku hanya menjalankan kewajiban menjaga keamanan negara.” Setelah kejadian ini, Meng Huo kembali ditangkap pasukan Liang.
Ketika Liang menemui Meng Huo, ia langsung melepaskan ikatan tali Meng Huo dan berkata: “ Silahkan anda pergi lagi dan mempersiapkan pasukan baru anda untuk bertarung kembali ”. Mendengar itu Meng Huo terharu dan berkata: “ Tujuh kali tertangkap, tujuh kali juga dibebaskan! Kejadian seperti ini seharusnya tidak pernah dan tidak akan terjadi!! Meskipun aku tidak punya adat istiadat, aku masih punya upacara keagamaan yang masih menjunjung etika. Tidak, aku tidak sehina itu! ” Setelah kejadian ini, suku selatan tidak pernah memberontak lagi kepada Shu.
Ketika dalam perjalanan akan kembali ke Cheng Du (ibu kota Shu), Zhuge Liang harus melewati sungai besar. Di sungai itu Liang tertahan karena selalu saja ada gelombang besar dan badai ketika pasukan Shu akan menyeberang. Zhuge Liang kemudian meminta pendapat Meng Huo yang ikut mengantar Liang dan Meng Huo berkata: “Sejak zaman nenek moyang kami, orang yang ingin melewati sungai itu harus melemparkan 50 kepala manusia untuk persembahan kepada roh sungai ”
Karena Liang tidak mau membuat pertumpahan darah lagi, ia membuat kue yang menyerupai kepala manusia: bulat namun rata didasarnya, dan kue ini disebut bakpao (baozi).
Sekarang, meskipun banyak yang tidak mengetahui asal usulnya, bakpao telah populer di seluruh dunia sebagai salah satu makanan tradisional Cina. Posisi bakpao bahkan sanggup menggantikan nasi seperti yang terlihat pada film Shaolin.

Referensi:
Wikipedia Dyfaim epochtimes

Selasa, 19 November 2013

Apa dan Mengapa "Plenum Cremus" (Versi Indonesia)

"Plenum Cremus" Bahasa apaan tuh? "Plenum Cremus" Artinya apa sih?Apa hubungannya "Plenum Cremus" sama postingan-postingan yang ada di blog ini?

Mungkin. mungkin sebagian dari lo lo lo semua para pengunjung blog ini bertanya-tanya apa maksudnya gue ngasih judul "Plenum Cremus". Mungkin sih, ya namanya juga mungkin ngira-ngira doang.
Kalo misalnya lo adalah salah satu orang yang 'mungkin' tersebut, lo udah buka postingan yang tepat karena di postingan kali ini gue bakal ngejelasin asal muasal nama "Plenum Cremus" ini dan maksud tujuannya kenapa gue pake jadi Blog Title.

so this is the story...
Beberapa bulan yang lalu kira-kira bulan Maret atau April tahun 2013, saya diberikan tugas kelompok oleh seorang guru PPL Bahasa Inggris sebut saja beliau Ms. Lala. Ms. Lala ini mengintruksikan kepada kita semua untuk bikin Brochure dan bikin produknya sendiri.

Jujur aja waktu itu kelompok kita bingung banget, semua ide telah dikerahkan untuk membuat sesuatu yang beda (waktu itu tugas liburan dan aku inget banget kita kerja kelompok di KFC Paskal). Dan akhirnya kita memutuskan membuat konsep tempat nongkrong bernuansa Kafe. Dan kita kasih nama Kafe kita itu "GoogleBox" sebagai plesetan dari salah satu tempat nongkrong di Kota Bandung "GiggleBox" yang pada saat itu cukup ngehits dikalangan anak muda.

Sampai akhirnya proses pembuatan brosur pun dimulai, dan pada fase ini saya berpikir keras apa produk yang mau kita tonjolin didalam konsep kafe "GoogleBox" ini. And finally, after jungkir balik and ngutak-ngatik google translate terciptalah sebuah nama "Plenum Cremus Capulus". Jadi "Plenum Cremus Capulus" itu diambil dari bahasa Latin (bisa dicek di google translate), karna biar sesuai dengan konsep kafe yang kita buat yaitu Yunani Kuno. Ini adalah penjabarannya:
          Plenum itu artinya Full
          Cremus itu artinya Cream. Nah kalo buat kata Cremus ini sendiri punya sejarah khusus yang cukup keren. Jadi Cremus itu adalah singakatan dari nama anggota kelompok brosur ini: Cindy, Restu, Egi, Miury, Ulfah, dan Shinta. Dan saya cukup bangga menjadi founder kata 'Cremus' ini.
          Capulus itu artinya Coffee.
Jadi kalau kita sambung-sambungkan dalam Bahasa Inggris artinya Full of Cream Coffee.

Nah, itu sejarahnya. Sekarang kenapa gue pake "Plenum Cremus" sebagai judul Blog gue?
     Jawabannya karena gue mau membuat blog yang berisikan kesenangan-kesenangan yang menarik, sama kaya krim, krim itu bisa membuat semua tampak indah dan keren. Krim juga lembut, siapa sih yang ga suka sama krim (atau jenisnya yaitu busa; puff) sekalinya udah ngerasain kelembutan krim itu bisa bikin seseorang merasa tenang. Krim (jenis lain) juga ada yang manis kan walaupun sebagian orang menghindari krim karna takut gendut tapi setidaknya telah diakui kalo krim itu enak, menyenangkan, dan keren.
     Yang jadi harapan gue memberikan judul "Plenum Cremus" adalah biar semua orang bisa merasakan kesenangan-kesenangan yang seharusnya mereka dapatkan. Dibalik kesibukan didunia nyata yang sulit dan sangat kompleks lo lo semua bisa sadar dan ngerasa hidup dengan melakukan apa yang kamu suka. Coba lupain bentar deh semua hal yang bisa bikin kamu stress karna hidup ini juga perlu dinikmati ya walaupun ada kadar dan porsinya, itu juga salah satu alasan kenapa gue ga pasang jam dan kalender di blog ini.
     So, sudah cukup kan penjelasannya. Terakhir ada quotes dari plenum cremus.

Feel the soft touch of the CREAM. Forget everything about time and your absurd mind for a while. Just leave the reality and be alive with your OWN WORLD!  
Plenum Cremus: Full Fill your day with cream! Cremeo! Cremeo! 



Senin, 18 November 2013

HOT 20 Charts (update) Billboard Version

The First Rank of Billboard:

Royals - Lorde



2. The Monster - Eminem Featuring Rihanna

3. Wrecking Ball - Miley Cyrus

4. Roar - Katy Perry 

5. Wake Me Up! - Avicii

6. Hold On, We're Going Home - Drake Featuring Majid Jordan

7. Counting Stars - OneRepublic 

8. Dope - Lady Gaga

9. Demons - Imagine Dragon

10. Applause - Lady Gaga

11. Story Of My Life - One Direction 

12. Let Her Go - Passenger 

13. Rap God - Eminem

15. Timber - Pitbull Featuring Ke$ha

16. Say Something - A Great Big World Featuring Christina Aguilera

19. Berzerk - Eminem 

20. Safe And Sound - Capital Cities 


Minggu, 17 November 2013

ARSITEKTUR! Alasan Kuliah Jurusan Arsitektur

jika kita menanyakan pada orang awam, kebanyakan dari mereka akan mengatakan bahwa arsitek adalah seorang perancang bangunan.
namun sebenarnya lingkup kerja seorang arsitek lebih luas, ia bisa mendesain interior ruangan, kompleks perumahan, bahkan perkotaan dan regional.

kalo dilihat dari arti katanya, "Arsitek" berasal dari Latin architectus, dan dari bahasa Yunani: architekton (master pembangun), arkhi (ketua) + tekton (pembangun, tukang kayu).

jadi bisa diartikan bahwa arsitek adalah ahli rancang bangun, bukan hanya sebagai perancang sebuah bangunan tunggal.

kalo di lapangan, arsitek bertugas sebagai tangan kanan pemilik/pemberi proyek untuk merancang dan mengawasi kontraktor agar pembangunan berjalan sesuai rencana.

Apa 

Selain untuk pekerjaan dan tentunya masa depan anda, banyak keuntungan lain terkait kehidupan sehari-hari yang bisa didapat. Berikut beberapa hal positif yang bisa anda dapatkan saat kuliah di jurusan arsitektur:

1. Keren
Jika ada yang bertanya anda kuliah jurusan apa, kemudian anda menjawab "arsitektur", lihatlah tanggapan mereka kebanyakan yaitu; "wah, hebat!" atau "keren!" atau "jago gambar ya?". Hmm, tak dapat dipungkiri lagi, arsitek memang keren.

2. Jadi jago gambar
Pastinya semua yang kuliah di arsitektur akan merasakan hal ini (bahkan bagi anda yang kurang mahir menggambar sekalipun). Keahlian menggambar anda akan meningkat perlahan, terutama saat baru masuk kuliah karena telah disediakan pelajaran untuk itu

3. Selalu terencana
Kuliah di arsitektur akan membentuk anda sebagai seorang perencana dan perancang. Nah, tanpa disadari hal ini membuat anda semakin bisa mengatur kegiatan sehari-hari, bahkan rencana kedepan. Walaupun terkadang kitalah yang mengabaikan rencana itu sendiri.

4. Pantang menyerah
Saat kuliah di arsitektur, anda akan diuji dengan tugas - tugas yang menguras otak dan fisik tiap semester. Di akhir semester, anda akan melihat bahwa apa yang tampaknya susah ternyata dapat anda lewati. Hal ini membuat anda semakin "kuat" setiap semester, yang menjadikan anda tahan uji dan pantang menyerah terhadap berbagai masalah.

4. Lebih menghargai
Setelah mengetahui susahnya membuat sebuah karya/tugas, anda akan mulai lebih menghargai karya-karya orang lain/ tugas teman-teman anda. Tentunya hal ini juga akan menguatkan kekerabatan kalian. Dalam kehidupan normal, anda akan lebih menghargai/menghormati orang lain daripada sebelumnya

baiklah.. anda tertarik menjadi seorang arsitek?
Berikut beberapa hal/tips yang mungkin dapat memberikan pandangan tentang dunia arsitektur:

1. Tempat kuliah
Usahakan anda memilih universitas dengan akreditasi fakultas tertinggi di daerah anda tinggal/tujuan. lebih tinggi lebih baik, karena fasilitas lebih lengkap dan pengajarnya pasti lebih ahli. namun hal ini juga tergantung dari pribadi dan kemauan belajar masing-masing. (dan budget tentunya :)

2. Alat tempur
Untuk kuliah di arsitektur ada beberapa perlengkapan vital yang harus anda miliki seperti mistar panjang, mistar segitiga 45 dan 30 drajat, mistar mal(perabot), jangka, busur, pensil ukuran H, B, HB lengkap, penghapus, drawing pen 0,1/0,2 dst (rotring/snowman), spidol, pensil warna, tabung gambar, dll..
Nah untuk anda yang minatnya lebih ke komputerisasi, sisipkan budget untuk pc/laptop buat gambar.. Meskipun nantinya jarang dipakai di semester awal, karena awal2 lebih diutamakan gambar tangan manual, namun sangat berguna nanti di semester atas.

3. Rajin Pangkal Pandai
Walaupun anda berada di universitas terbaik namun anda malas, anda tidak akan maju. Jurusan arsitek sangat beda dengan jurusan yang lain. Disini praktek berjalan bersamaan dengan teori (bahkan terkadang lebih banyak prakteknya). Dan tugas adalah satu-satunya cara mengukur itu. Bahkan dari semester awal kita sudah diperhadapkan dengan kerumitan desain. Dibutuhkan ketekunan dan mental kuat untuk menghadapinya.

4. Banyak Menghayal

Pada dasarnya gambar hanya merupakan hasil dari ide pemikiran yang "dituangkan". Ide itu mahal, jadi banyak-banyaklah menghayal. Jangan dulu berpikir "gimana cara gambarnya?, gimana strukturnya?, tidak mungkin, aneh, susah, dll". Tidak ada yang tidak mungkin. Jika anda tidak bisa menjadi sempurna, jadilah unik.

(sumber: http://arsiteko8.blogspot.com)

Rabu, 13 November 2013

A Richness of Indonesian Culture: ARTS & TRADITIONS

Indonesia is culturally rich. Indonesian art and culture are intertwined with religion and age-old traditions from the time of early migrants with Western thoughts brought by Portuguese traders and Dutch colonists. The basic principles which guide life include the concepts of mutual assistance or “gotong royong” and consultations or “musyawarah” to arrive at a consensus or “mufakat” Derived from rural life, this system is still very much in use in community life throughout the country.
Though the legal system is based on the old Dutch penal code, social life as well as the rites of passage are founded on customary or “adat” law which differs from area to area. “Adat” law has a binding impact on Indonesian life and it may be concluded that this law has been instrumental in maintaining equal rights for women in the community. Religious influences on the community are variously evident from island to island.
Intertwined with religion and age-old traditions from the time of early migrants the art and culture of Indonesia is rich in itself with Western thoughts brought by Portuguese traders and Dutch colonists. The art and culture of Indonesia has been shaped around its hundreds of ethnic groups, each with cultural differences that have shifted over the centuries. Modern-day Indonesian culture is a fusion of cultural aspects from Arabic, Chinese, Malay and European sources. Indonesian art and culture has also been influenced from the ancient trading routes between the Far East and the Middle East leading to many cultural practices being strongly influenced by a multitude of religions, including Hinduism, Buddhism, Confucianism and Islam.

Language
The official language of Indonesia is ‘Indonesian’ or ‘Bahasa Indonesia’. It’s universally taught in schools and is spoken by nearly every Indonesian in business, politics, national media, education and academia. The Indonesians also speak several hundreds of local languages like ‘bahasa daerah’ as their first language. Javanese is also widely used besides other Papuan or Austronesian languages in a region of just 2.7 million people.

Religion
The government of Indonesia officially recognizes only six religions, viz Islam, Hinduism, Buddhism, Protestantism, Catholicism, and Confucianism. The largest religious group in Indonesia is Islam with almost 86% of Indonesians being Muslims. Indonesia is also the most populous Muslim-majority nation in the world.

Literature
Indonesia has created many internationally famous celebrated authors. There has also been a long tradition, particularly among ethnically Malay populations, of impromptu, interactive, verbal composition of poetry referred to as the ‘pantun’. Pramoedya Ananta Toer, a well-known author won the Magsaysay Award and was considered for the Nobel Prize in Literature. Chairil Anwar was also an important figure in the literature world and a member of the Generation 45 group of authors who were active in the Indonesian independence movement.

Music
Home to hundreds of forms of music, it plays an important role in Indonesia’s art and culture. Traces of its origin can be made to the islands of Java, Sumatra and Bali. ‘Gamelan’ is the traditional music from Central- and East Java and Bali. Another very popular style of music is ‘Dangdut’ which is accompanied with free dance style. This style first came up in the 1970s and is quite useful in political campaigns. Other forms of music include the Keroncong with its roots in Portugal, the soft Sasando music from West Timor and Degung and Angklung from West Java, which is played with bamboo instruments.

Dance
The traditional dances depict episodes from the Ramayana and Mahabharata from India. Traditional Javanese and Balinese tinge is also seen in the dance forms of Indonesian art and culture. The highly stylized dances of the courts of Yogyakarta and Surakarta are some of the popular variations. Mythological events of Indonesia are also depicted.

Drama and Theatre
The Javanese and Balinese shadow puppet theatre shows ‘wayang kulit’ displaying several mythological events. A traditional folk theatre, Randai of the Minangkabau people of West Sumatra, is performed during ceremonies and festivals. Music, singing, dance, drama and the silat martial art are all incorporated together and are based on the stories of the legend.

Architecture
Indonesian culture, especially its architecture has been to a great extent dominated and influenced by the Indian, although European influences have also been particularly strong since the nineteenth century. Traditional buildings in Indonesia are built on stilts with oversized saddle roofs which have been the home of the Batak and the Toraja. The Torajan use the buffalo horns, stacked one above another in front of the house as an indication of status. Scenes from the Ramayana adorn the outer walls in different colors. However, Chinese, Arab, and European architectural influences have also been quite significant in Indonesian architecture.

Cuisine
Indonesians distinctive cuisine has been derived from centuries with the influence of the Chinese, European, Middle Eastern and the Indians. The staple food of most Indonesian dishes is rice served with meat and vegetables. Flavors of Vietnamese and Thai food can also be got from the cuisine of Indonesia. Spices, notably chili, and coconut milk are fundamental ingredients in most of the dishes, especially fish and chicken.

Material Art
The arts of Indonesia are many, especially Indonesian paintings which are unique works of art. The intricate and expressive Balinese paintings are quite famous and often express natural scenes and themes from the traditional dances. A long-standing tradition of sculpture can also be seen in the art and culture of Indonesia, some dating back to the Bronze and Iron Ages. Examples of sculpture illustrating the story of the life of Buddha can be seen in the temples of the 8th and the 10th century. Indonesia’s art and culture is also famous for their unique batik, ikat and songket cloth which is even popular today.
Unlike some countries art forms in Indonesia are not only based on folklore, as many were developed in the courts of former kingdoms such as in Bali, where they are part of religious ceremonies. The famous dance dramas of Java and Bali are derived from Hindu mythology and often feature fragments from the Ramayana and Mahabharata Hindu epics.
Highly stylized in movement and costume, dances and the “wayang” drama are accompanied by a full “gamelan” orchestra comprising xylophones, drums, gongs, and in some cases string instruments and flutes. Bamboo xylophones are used in North Sulawesi and the bamboo “angklung” instruments of West Java are well- known for their unique tinkling notes which can be adapted to any melody.
The “Wayang kulit” (leather puppets) of Java is performed with leather puppets held by the puppeteer, who narates the story of one of the famous episodes of the Hindu epics, the Mahabharata or the Ramayana. It is performed against a white screen while a lantern in the background casts the shadows of the characters on the screen, visible from the other side where the spectators are seated.
The “Wayang Golek” (wooden puppets) of West Java is based on the same concept. The crafts of Indonesia vary in both medium and art form. As a whole the people are artistic by nature and express themselves on canvas, wood, metals, clay and stone. The batik process of waxing and dyeing originated in Java centuries ago and classic designs have been modified with modern trends in both pattern and technology. There are several centres of Batik in Java, the major ones being Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan and Cirebon.
Batik is also being produced in some other areas as in Bali where local designs are incorporated. Other provinces produce hand-woven cloths of gold and silver threads, silks or cottons with intricate designs. Painting are numerous all over the country, both traditional and contemporary, woodcarvings for ornamentation and furniture, silverwork and engraving form Yogyakarta and Sumatra, filgree from South Sulawesi and Bali with different styles of clay, sandstone and wood sculptures. These are but a few of the handicrafts found in Indonesia.

UJUNG GENTENG: Surga yang Tersembunyi



Ada berbagai objek wisata alami nan indah di Ujung Genteng, Sukabumi. Anda dapat menjumpai berbagai pantai cantik, air terjun, penangkaran penyu hingga pembuatan gula aren. Cocok untuk tempat liburan di sekitar Jakarta dan Bandung.


Terletak di Sukabumi, Jawa barat, Ujung Genteng merupakan surga bagi pecinta pantai dan air terjun. Ujung Genteng dapat dicapai dengan kendaraan umum maupun pribadi. Untuk kendaraan umum, Anda dapat memulai dari Terminal Sukabumi dengan angkutan kota menuju Terminal Lembur Situ, lanjut dengan menaiki bus atau elf jurusan Surade dan naik angkot merah dengan jurusan Ujung Genteng. Perjalanan akan memakan waktu 3-4 jam.
Kekurangan infrastruktur di sini adalah jalan penghubung yang kurang terawat dan minimnya SPBU maupun toilet umum. Lebih disarankan untuk membawa kendaraan pribadi jika ingin menjelajah seluruh pantai alami di Ujung Genteng. Dihimpun detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (15/8/2013) inilah beberapa objek wisata yang bisa didatangi di sana:

1. Pantai Pangumbahan

Hamparan pasir nan lembut di kaki adalah hal pertama yang menyambut ketika berkunjung ke pantai ini. Begitu luas, hingga anda sulit untuk menjelajahi satu ujung ke ujung lainnya. Pantai Pangumbahan tidak hanya indah, namun juga unik, terdapat tempat penangkaran penyu atau tukik di pantai ini.

Secara berkala dilakukan pelepasan tukik ke laut sebagai salah satu upaya perlindungan penyu. Apabila datang pada saat yang tepat, Anda dapat ikut berpartisipasi dalam pelepasan tukik ke laut.



2. Pantai Amanda Ratu
Pantai Amanda Ratu dinamakan sesuai dengan villa Amanda Ratu. Pantai ini semakin indah dinikmati sembari mendengarkan deburan ombak yang menenangkan batin. Pantai ini juga sering disebut-sebut sebagai Tanah Lot versi Ujung Genteng. Karena pada tengah pantai terdapat sebuah pulau seperti yang terdapat di Tanah Lot.


3. Pantai Ombak Tujuh
Surfing atau berseluncur, merupakan salah satu kegiatan yang dicari apabila berkunjung ke sebuah pantai. Nama Ombak Tujuh sendiri tercipta karena ombaknya yang selalu berurutan tujuh dengan ukuran yang besar.

Terletak sekitar 15 KM dari Pangumbahan, dapat dicapai dengan ojek atau berjalan kaki selama 3-4 jam. Tarif ojek bervariasi dari Rp 150.000 hingga Rp 250.000, tergantung keahlian menawar. Pantainya sangat alami dengan karang-karang kecil.

4. Curug Cikaso

Di daerah Ujung Genteng juga terdapat sebuah air terjun yang tidak hanya indah, namun unik, Curug Cikaso namanya. Curug dalam bahasa Sunda merupakan istilah untuk air terjun, tapi di Curug Cikaso, tidak hanya terdapat satu air terjun, melainkan 3 air terjun yang terletak bersebelahan.

Letaknya sedikit berjauhan dari pantai, dapat dicapai dengan kendaraan pribadi maupun ojek, karena tidak ada kendaraan umum yang melewati tempat ini. Dari tempat parkir, anda dapat berjalan kaki atau membayar Rp 60.000 per rombongan untuk jasa perahu kecil menuju Curug Cikaso. Apabila beruntung, Anda dapat menyaksikan pelangi yang muncul dari cipratan air terjun. Sangat unik!


Ada harapan bahwa Ujung Genteng akan menjadi Bali yang baru atau lebih baik Lombok baru, tetapi dengan kunci untuk memastikan perusahaan tetap mempertahankan fokus terhadap situ Sebuah 95% diperkirakan pengunjung saat ini datang dari Jakarta setiap minggu asi alam dan pahala akan menjadi lebih populer sebagai kawasan wisata di masa depan.




Berkunjung ke Ujung Genteng mencari lingkungan yang baru dan alami juga mendapatkan jauh dari kehidupan kota yang sibuk. Resort lokal di sekitar Jakarta, Anyer, Ancol memiliki atraksi sendiri, namun mereka tidak alami. Jarkartans berpendidikan Semakin banyak yang memiliki kepentingan di Indonesia yang sebenarnya menemukan lebih dan lebih sulit untuk menemukan, Bali, Pulau Seribu, dan Lombok saat ini dalam daftar, tetapi semua komersialisme terlalu banyak hadir.

Ujung Genteng masih merupakan rahasia di Indonesia, (mutiara yang hilang, belum ditemukan). Karena semakin banyak orang menemukan daerah ini, dukungan semakin kita dapatkan unruk sebagai cagar alam.Penyu Beach sekarang pada standar untuk menarik pengunjung internasional, dan dalam minggu pertama telah dikunjungi wisatawan dari Italia, India. Australia, Inggris, Spanyol. Sekarang fitur pada beberapa sistem reservasi Hotel online internasional dan direkomendasikan oleh Agoda.com, Hotels.com dan tripadvisor.com pasti akan berarti bahwa tahun depan, kita akan melihat ledakan wisatawan internasional, yang ingin menemukan Indonesia yang belum diselidiki dan untuk melihat apa yang benar-benar mereka harapkan di Bali, kombinasi budaya Sunda lokal, musik, tari.
Meski masih lebih dari 6 jam dari Jakarta dan 5 dari Bandung, orang bersedia untuk datang untuk istirahat akhir pekan, tapi kami memperkirakan dalam waktu dekat istirahat dalam industri libur panjang. Spot selancar Ujung Genteng sudah populer sebagai salah satu resor selancar paling terkenal dan ekstrim di Indonesia, mereka mengatakan Bali adalah untuk amatir dan Genteng Ujung adalah untuk para profesional.
 

travel.detik.com
(dengan pengubahan seperlunya)

Rabu, 06 November 2013

INDONESIA ARCHIPELAGO 'Raja Ampat: Ekspedisi Bawah Laut Terbaik Dunia'

Raungan mesin kapal kayu akhirnya berhenti dan perahu mulai merapat. Tak ada yang terdengar kecuali ombak kecil yang mendera sisi kapal dan perlahan-lahan melepaskannya. Burung-burung beterbangan dari ujung pohon kecil di salah satu pulau tak berpenghuni dan terpencil. Raja Ampat atau 'Empat Raja' adalah nama yang diberikan untuk pulau-pulau ini. Sebuah nama yang berasal dari mitos lokal. Empat pulau utama yang dimaksud itu adalah Waigeo, Salawati, Batanta, Misool yang merupakan penghasil lukisan batu kuno. 

Pecinta wisata bawah laut dari seluruh dunia datang ke Raja Ampat untuk menikmati pemandangan bawah laut terbaik di dunia yang mengagumkan. Dua hari sebelumnya, saat Anda berada di Bali yang ramai sekaligus sakral berbalut seni maka naiklah pesawat menuju ujung kepala burung Pulau Papua. Selanjutnya, bersiaplah untuk sebuah petualangan yang takkan terlupakan. Mulailah tur Anda dari sini dengan menyelam di bawah lautnya yang paling indah. Jelajahilah dinding bawah laut yang vertical itu. Rasakan juga ketegangan menyelamnya, berdebar-debar saat terombang-ambing arus laut. Itu pastinya akan menjadi pengalaman pribadi yang tak terlupakan di Raja Ampat. 

Wilayah pulau-pulau di Raja Ampat sangatlah luas, mencakup 4,6 juta hektar tanah dan laut. Di sinilah rumah bagi 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan, serta 700 jenis moluska. Kekayaan biota ini telah menjadikan Raja Ampat sebagai perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia. Bahkan, menurut laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, ada sekitar 75% spesies laut dunia tinggal di pulau yang menakjubkan ini. 

"Saya seperti anak 5 tahun yang baru pertama kali melihat terumbu karang, terkagum-kagum dengan pesona terumbu karang terkaya ini. Dengan segala sumber daya yang ada, kita harus melestarikan keindahan Raja Ampat dan mungkin menjadi tempat terakhir."

(Michael Aw dalam www.iriandiving.com)